"Kita harus mencari tempat meneduh," kata Baraka, tak jadi meletakkan tubuh Rara Santika di bawah pohon rindang. Perempuan itu berkata dengan nada masih menahan rasa sakit."Seingatku, di tepian sungai ini ada reruntuhan biara bekas milik Perguruan Bangau Hitam yang telah hancur. Kurasa di sana ada tempat untuk meneduh sementara, Baraka. Bawalah aku ke sana!""Ke mana arahnya, aku tak tahu!""Berjalanlah ke arah hulu sungai, jangan jauh dari tepiannya supaya kita tidak tersesat ke dalam hutan. Reruntuhan biara itu ada di tepian sungai ini."Pendekar Kera Sakti tak banyak pertimbangan lagi, segera bergerak ke arah hulu sungai. Ternyata reruntuhan bekas biara itu memang ada. Bangunan tersebut sudah tampak tua, dinding dan lantainya berlumut dan berwarna hitam. Atapnya sudah hancur, tampak hitam karena bekas terbakar. Sekalipun biara itu telah runtuh dan porak poranda, namun agaknya ada tempat yang bisa dipakai untuk berteduh.Tempat itu adalah sebuah
Leer más