Pada saat itu, tiba-tiba Priya melihat ekspresi Tirta tampak sedikit aneh. Setelah berpikir sejenak, dia pun tersenyum.Benar saja, saat Selvi hampir menghilang dari pandangan, tiba-tiba Tirta mengerahkan seluruh energi spiritualnya, mengumpulkan napas ke pusat energinya, lalu berteriak keras, "Senior, mohon tunggu sebentar!""Aku baru teringat satu hal. Belum lama ini, seluruh orang suci dunia awani tewas bersama di tangan seorang makhluk yang berasal dari era surgawi. Arah yang sedang Senior tuju adalah tempat mereka semua gugur.""Mohon Senior kembali dan menunggu kakak seperguruanku. Kalau bersama, peluang kita untuk bertahan hidup akan jauh lebih besar!"Dalam satu tarikan napas, Tirta mengucapkan rangkaian kata yang panjang. Suaranya cukup untuk menjangkau hingga ke kejauhan sehingga dia yakin Selvi dapat mendengarnya."Bocah, jangan coba-coba menakut-nakutiku. Dengan kekuatanku saat ini, aku sudah tak tertandingi. Kalaupun kamu nggak bohong, saat bertemu makhluk itu, aku tetap b
Read more