Perkataan yang begitu terus terang itu tentu saja membuat kekhawatiran Yuna sebelumnya jauh berkurang.Sesaat kemudian, ekspresi malu-malu memenuhi wajah cantiknya. Sepasang mata indahnya berkedip tanpa henti, sementara bibir merah mudanya bergerak-gerak, seolah mengucapkan sesuatu.Namun, suaranya terlalu pelan sehingga Tirta tidak bisa mendengarnya."Yuna, kamu bilang apa?" Tirta mendekat sedikit dan bertanya."Aku ... aku bilang, setelah kita nggak dibuntuti, kamu boleh ... boleh ...." Yuna semakin malu. Kali ini suaranya sedikit lebih keras. Namun, tetap saja hanya mereka berdua yang dapat mendengarnya."Hehe, aku juga berpikiran begitu. Jadi, untuk sementara ini, jangan harap kamu bisa meninggalkanku. Kalau ada kesempatan, kita harus lebih sering menghabiskan waktu berdua. Supaya hubungan kita semakin dekat dan perasaan kita untuk satu sama lain semakin dalam."Tirta langsung merangkul pinggang Yuna yang lembut dan tersenyum.Karena sudah mengetahui ada orang-orang dari Sekte Asur
Read more