"Baik, Tuan!"Di bawah tatapan iri dari banyak monster iblis, kedua monster iblis itu bergerak menuju lubang tempat Tirta berada dan bersiap untuk mengakhiri semuanya. Bisa dibayangkan, sebentar lagi mereka pasti akan mendapatkan jasa besar dan kedudukan mereka di Pegunungan Belantara pun akan makin tinggi.Melihat hal itu, anjing hitam besar langsung melompat dan berteriak, "Sialan. Bocah sialan, kamu nggak mati semudah itu, 'kan? Bagaimanapun juga, kamu adalah pewaris dari sosok itu. Nggak bisakah kamu bertahan lebih lama?"Sampai pada titik ini, anjing hitam besar itu benar-benar hampir menangis dan bahkan sudah tidak berminat untuk terus berpura-pura mati. Itu karena jika Tirta mati, berarti sebentar lagi dia pasti akan menyusul Tirta ke alam baka."Tentu saja nggak akan mati semudah itu. Hanya dua monster iblis saja, masih belum berhak untuk membunuhku," kata sebuah sosok tiba-tiba. Dengan seluruh tubuh yang diselimuti Api Ilahi Vermilion, dia melesat keluar dari lubang dan langsu
Ler mais