Tiga purnama telah berlalu sejak kepergian Santi. Jalu merasa sangat bersalah karena telah gagal melindungi bayi itu. Ia juga mulai ragu, apakah nantinya akan sanggup melindungi Misah. Tubuh gadis itu memang sudah membaik. Luka-lukanya telah pulih walau ada beberapa bagian tubuh yang berbekas. Tetapi sejak saat itu Misah tidak pernah berbicara. Tatapannya kosong, setiap hari hanya mengurung diri dalam pondok. Enggan untuk didekati. Tidurnya tidak pernah nyenyak. Hampir setiap malam ia mengigau, kadang menangis dan meratap. Ia akan histeris setiap kali Jalu hendak menenangkannya. Puncaknya adalah kemarin sore. Ketika Jalu pulang dari mencari makanan, ia mendapati pintu pondok terbuka dan tidak menemukan Misah di sana. Pemuda itu kalang kabut mencari Misah dengan perasaan cemas. Lama mencari akhirnya ia menemukan gadis itu sedang berdiri di tepi jurang dan hampir saja melompat.“MISAHHHH!” teriak Jalu.“Bapak menjemputku Kang!” sahut Misah spontan sambil menunjuk ke dasar jurang.“Berhe
Last Updated : 2025-12-16 Read more