“Setelah anak – anak selesai bermain dengan Pipao, mereka akan mencariku atau mungkin akan mencarimu,” ucap Moreau, mencoba peruntungan kalau – kalau Abihirt barangkali akan mempertimbangkan kembali niat membara pria itu ... di sini.“Aku sudah mengunci pintu. Tidak perlu khawatir.”Moreau menelan ludah kasar sesaat. Masalahnya, jari – jemari Abihirt sudah menjalar dari satu sisi di tubuhnya ke satu sisi berbeda. Bahkan, kali ini pria itu telah berhasil menyibak ujung kain yang dia kenakan. Sentuhan tangan kasar di sana, membuat dia harus menahan napas sesaat.“Apa yang kau lakukan, Daddy?” tanya Moreau sekadar memancing perhatian Abihirt. Sebelah alis pria itu terangkat tinggi, seakan ada ketidaksetujuan dan memang tak ragu – ragu untuk diungkapkan. “Kau melarangku memanggilmu mommy, tapi kau sendiri ....”Ini cukup menggelitik. Moreau nyaris tak bisa menahan kekehan samar, tetapi tetap memaksa agar hanya sedikit senyum—cara awal menanggapi protes dari mulut Abihirt, sebelum akhirn
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya