"Paman Lin, tolong berhati-hatilah terhadap Rahul. Selain aku, Paman adalah orang yang paling dia benci," ujar Irwan dengan nada serius.Mendengar hal itu, mata Joke membelalak. Dia menatap Irwan, lalu melirik suaminya. Setelah berpikir sejenak, dia bertanya, "Irwan, bisakah kau beri tahu aku di mana Rahul berada? Aku ingin menemuinya.""Sama sekali tidak boleh!" tolak John. Dia menggenggam tangan Joke dan menggelengkan kepalanya. "Untuk saat ini, kau tidak boleh mendekati Rahul.""Tapi...""Sayang, tidak! Aku tidak pernah melarangmu melakukan apa pun sebelumnya. Tapi kali ini, kau harus mendengarkanku," tegas John."John, aku tahu kau mengkhawatirkanku. Tapi percayalah, aku hanya ingin bicara sebentar dengannya. Mungkin aku bisa mengubah pendiriannya," ujar Joke.Dia mengerti mengapa John begitu menentang keputusan ini. Namun, dia benar-benar ingin mengatakan sesuatu kepada Rahul. Dia sudah lelah menyimpan rahasia ini sendirian. Mungkin jika rahasia ini terungkap, segalanya akan beru
Read more