Celine kembali ke rumah bersama Evan, tapi Evan langsung pergi lagi setelahnya. Celine hanya bisa membiarkannya, di hatinya sudah terpatri bahwa Evan benar-benar tidak bisa dipercaya lagi. "Mencoba apanya?" gumamnya setelah Evan pergi. "Ibu tidak boleh banyak pikiran, sebaiknya istirahat saja," ucap Bi Asih, ia tidak tahu apa maksud Celine, tapi ia mengerti penyebabnya. "Aku sudah baikan, Bi. Kalau terlalu banyak istirahat malah bikin capek," "Ya sudah, Bu Celine mau apa sekarang? Biar saya bantu," "Ingin bersantai di depan TV saja, Bi." "Baiklah," "Ah, sangat tidak nyaman menjadi perempuan manja begini," keluh Celine, ia gadis yang terbiasa aktif tiba-tiba menjadi serba hati-hati. "Anda tidak manja, kok. Memang keadaannya harus seperti ini, semua demi kebaikan ibu dan bayinya. Atau Bu Celine inginnya dimanjakan Pak Evan ya?" ledek Bi Asih. "Bi Asih ada-ada saja, mana mau dia, Bi. Saya bukan Jenny," "Sebenarnya Pak Evan sudah mulai memperhatikan Bu Celine, loh." "
Read more