Kota huan yang dikelilingi kanal putih dan menara lonceng tua, namun seluruh pasar bergerak dalam bisu seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. tidak ada pedagang yang berteriak, tidak ada anak yang tertawa, bahkan kuda-kuda menarik napas seolah takut didengar. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menj
Baca selengkapnya