Kamar pemulihan wang yin yang kini tidak lagi sunyi seperti makam, melainkan dipenuhi suara obat, kain hangat, dan langkah penjaga seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Wang Yin bersikeras berjalan sendiri ke aula kecil meski kedua lututnya bergetar. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjadi raja
Magbasa pa