LOGINPada malam Ratu Wang Yin melahirkan anak kembarnya, Kerajaan Yi kehilangan cahaya terbesarnya. Qin Lian dan Qin Yue lahir dengan selamat, tetapi ibu mereka terperangkap dalam tidur panjang yang tidak mampu disembuhkan tabib mana pun. Lima kerajaan telah mengirimkan bantuan terbaik, namun semua jawaban berakhir pada satu kalimat: tidak ada harapan. Raja Qin Lang menolak percaya. Demi sang ratu yang ia cintai lebih dari takhta, ia menutup gerbang kerajaan, memperkuat pertahanan, dan bersumpah menunggu Wang Yin bangkit seperti Phoenix dari kematian. Lima tahun kemudian, dua anak kembar yang tumbuh tanpa pelukan ibu mulai mempertanyakan masa lalu. Siapa Liu Ji yang membuat kerajaan mereka berdarah? Mengapa Pangeran Pertama Qin Lan menghilang? Dan kutukan apa yang membuat Empress Ying tak kunjung membuka mata? Di antara cinta yang belum selesai, pengkhianatan lama, dan dendam yang belum padam, satu hal menjadi pasti: jika Wang Yin tidak segera bangun, Kerajaan Yi mungkin akan kehilangan lebih dari seorang ratu.
View MoreRatu Wang Yin mengalami koma berkepanjangan setelah melahirkan anak kembarnya, Qin Lian dan Qin Yue. Tidur panjang Sang Ratu masih menjadi misteri dan menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Entah sihir apa yang telah dirapalkan pada Sang Ratu sampai-sampai dia tertidur selama itu.
Qin Lang, selaku Raja yang berkuasa saat ini masih terus menunggu Ratu cantiknya bangun layaknya Phoenix yang bangkit dari kematian, karena semua tabib terbaik dari lima kerajaan sudah mengatakan, tidak ada harapan lagi. Namun baginya, Wang Yin tidak mungkin mati begitu saja. Cinta sejatinya akan bangkit, apa pun yang terjadi.
Kedua anak kembar mereka--Pangeran dan Putri yang kini sudah berusia lima tahun selalu saja menanyakan kapan ibu mereka akan membuka mata dan terbangun.
Qin Lang tidak tahu harus mengatakan apa lagi, tetapi dia juga tidak mau menyerah. Dia akan terus memperjuangkan cintanya. Baginya, tiada lagi orang yang akan dia cintai di dunia ini selain Sang Ratu.
"Wang Yin, bangunlah, aku dan anak kita menunggumu," bisiknya setiap hari sambil mencium bibir Wang Yin.
Sang Raja menutup seluruh akses kerajaan dan meningkatkan pertahanan melalui dua jenderal kepercayaan mereka, Jenderal Lin Wen dan Jenderal Wen Xiu. Dia percaya, Ratunya akan segera bangun dan kerajaan mereka akan tetap bertahan.
Atas perintah Qin Lang, semua orang dilarang keluar dan masuk dari kerajaan selama Wang Yin belum bangun dari tidurnya. Hal itu berkaitan dengan pemberontakan dan musuh.
Empat kerajaan lainnya, sudah mengirimkan bantuan medis terbaik dan belum ada hasil yang memuaskan. Wang Yin tetap saja tidak merespons dan masih tertidur dalam koma.
"Kalau saja Liu Ji dan pasukannya tidak menyerang saat itu, Ratu Ying tidak akan koma dan Yang Mulia tidak perlu berduka selama ini," kata Qin Qiu sambil mengelus jenggotnya angkernya. Disebut angker karena dia tampak seperti berhala ketika mengelus janggutnya.
Satu hal yang patut disyukuri dari kejadian itu adalah kedua anak Qin Lang dan Wang Yin masih bisa lahir dengan selamat. Keduanya kini sudah berusia lima tahun.
Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan mengetahui mereka berkembang dengan baik. Kedua anak itu adalah harapan lain di hati Sang Raja sambil menanti Ratunya bangkit dari tidur panjangnya.
"Kalau aku sudah besar aku akan menjadi tabib terhebat dan membangunkan ibu," kata Qin Yue atau biasa dipanggil Putri Yue.
"Aku akan menjadi Jenderal perang yang hebat dan kerajaan kita tidak akan bisa ditaklukkan. Aku akan menangkap Liu Ji dan pasukannya," teriak Qin Lian atau Pangeran Lian.
Qin Lang sangat senang kedua anaknya memiliki semangat seperti Ratunya.
"Kalian boleh menjadi apa saja asalkan berguna dan membantu orang banyak," jawab Qin Qiu kepada dua cucunya.
Dia sudah kehabisan keluarga dan hanya tersisa itu saja.
Ayahnya, Raja dan Ratu terdahulu, Qin Jun dan istrinya meninggal saat penyerangan itu. Sementara, Pangeran Pertama-- Qin Lan hingga saat ini belum diketahui apakah mati atau masih hidup. Qin Lang sebagai Putra Kedua Kerajaan terpaksa mengambil-alih kerajaan di bawah bimbingan Sang Paman, bernama Qin Qiu. Dia adalah penasihat kerajaan saat ini.
Pemberontak Liu Ji sungguh melakukan kejahatan yang tidak bisa diampuni. Sampai saat ini, Ling Wen masih menyangkal tidak ikut serta dalam rencana jahat anaknya, tetapi siapa yang tahu?
Semua kerajaan masih mencari tahu masalah itu dan berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga mereka bisa hidup dengan damai.
Pagi setelah gerbang kedua runtuh, ketika gunung cang untuk pertama kalinya memiliki bayangan utuh di bawah matahari seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun orang-orang lima kerajaan menunggu Wang Yin mengenakan Mahkota Phoenix sebagai tanda penyelamat, tetapi mahkota itu tinggal serpihan di telapak Qin Yue. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena kemenangan mereka tidak otomatis menyelesaikan politik lima kerajaan; justru para penguasa ing
Lingkaran batu gerbang kedua yang retak, ketika api putih muncul dari bawah kaki qin yue tanpa melukai kulitnya seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Yue mengenakan Mahkota Kabut bukan karena ingin memakainya, melainkan karena ia ingin mendengar semua suara yang terperangkap di dalamnya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena setiap suara korban meminta dipulangkan, tetapi Mahkota Kabut mencampur permohonan asli dengan rayuan agar Qi
Puncak gunung cang saat fajar, ketika kabut membuka lingkaran batu kedua yang selama ini tersembunyi di bawah akar merah seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Gerbang Kedua muncul bukan sebagai pintu keluar, melainkan sebagai cermin raksasa yang memantulkan semua orang dengan mahkota di kepala. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Mahkota Kabut menawarkan mimpi paling diinginkan setiap tokoh: Wang Yin sehat, Qin Lang tanpa kehilangan,
87. Pengadilan Para LeluhurBalai leluhur phoenix yang tersembunyi di bawah akar pohon merah raksasa, tempat suara orang mati disimpan dalam batu-batu kecil seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Wang Yin dipanggil masuk seorang diri, tetapi Qin Lang menolak membiarkan pintu menutup sebelum ia menggenggam tangan istrinya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena para suara leluhur menuntut Wang Yin memba
Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y
Setelah lelah membaca cerita yang dituliskan oleh Qin Lang, Qin Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan kepalanya di atas buku tebal itu."Qin Lian apa yang kau lakukan?" Qin Yue terkejut mendapati adiknya malah mengiler di atas buku kesayangan ayah mereka itu."Kenapa? Aku kenapa?" tanya anak itu
Sebelum, pernikahan Qin Lang dan Wang Yin dilaksanakan semua pihak merasa senang dan bahagia. Kecuali Liu Ji yang merasa dirinya lebih tampan dan gagah dibandingkan manusia es itu."Mengapa dia memilih pangeran biasa saja dibandingkan aku?!" teriak Liu Ji tidak terima dengan keputusan Wang Yin yang
Suasana kamar pangeran mendadak riuh, Qin Lian sibuk mencari baju zirahnya dan mengenakannya.Tak hanya itu, dia juga mengambil pedangnya yang diasah dan diukir mirip seperti milik ibunya, Pedang Hong.*Pedang Hong : merah sesuai dengan warna sarungnya."Qin Lian mau ke mana?" tanya Qin Qiu terkejut






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.