“Papa, kamu utus anggotamu ke Gunung Giana. Aku menyadari ada orang yang sangat aneh di sini.”Caden baru saja membawa Baby dan Jayden ke taman bermain. Usai mendengar, dia pun merasa bingung. “Siapa?”Hayden membalas, “Nggak tahu. Dia pakai masker, jadi aku nggak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku merasa agak familier sama dia, tapi sepertinya juga nggak terlalu familier. Hanya saja, aku bisa memastikan dia cukup hebat dalam seni bela diri. Seharusnya selevel dengan Paman Andrew.”Caden mengernyitkan keningnya. “Kalian sempat bertarung?”Hayden mengangguk. “Emm! Aku dipantau dia sejak memasuki gunung. Dia terus mengamatiku, mewaspadaiku, dan bersikap nggak bersahabat! Tadinya aku ingin menyuruh Putih untuk melihat kondisi. Alhasil, baru saja aku selesai berbicara dengan Putih, dia malah melarikan diri.”“Setelah aku mengejarnya dan bertanya sama dia, dia malah nggak menjawab, melainkan langsung turun tangan. Kami pun bertarung sebentar. Setelah dia menyadari dia nggak sanggu
Read more