Caden berterus terang, “Tadi dia cari aku, katanya dia mau pulang dulu. Dia juga tanya aku, apa sekarang dia dan Diaz sudah dalam keadaan aman, apa dia boleh pindah keluar dari rumahmu?”Steven terdiam.Caden berkata, “Aku lihat suasana hatinya nggak begitu bagus. Apa yang terjadi?”Steven mengernyitkan keningnya sembari menghela napas. “Semalam, aku mabuk, lalu melakukan hal senonoh. Dia nggak suka terlalu dekat dengan orang lain, tapi aku malah menariknya untuk tidur bareng. Jadi, dia marah.”Caden bertanya, “Apa kamu memaksanya?”Steven mengiakan. “Emm ….”“Apa dia menolak?”“Emm ….”Caden bertanya lagi, “Apa kalian sudah berhubungan?”Steven terbengong sejenak, lalu segera menggeleng. “Nggak! Dia itu cowok. Mana mungkin aku berhubungan sama dia!”Steven melirik Caden sekilas. Caden juga sedang menatapnya. Steven yang ditatap pun merasa bersalah, lalu segera mengalihkan tatapannya.“Aku nggak kepikiran untuk tindas dia, aku … aku sudah mabuk, jadi kehilangan kendali. Aku ….”Steven
Baca selengkapnya