Keesokan harinya, Kalisa datang mengunjungi pada sore hari, saat Galvin sedang keluar untuk urusan bisnis. Setelah berpelukan hangat, kedua sahabat duduk bersandar di sofa kamar.“Ran, sekarang gue mau tahu yang sebenarnya, ya,” kata Kalisa dengan suara serius. “Lo bilang kemarin hanya kecelakaan, tapi rasanya tidak sesederhana itu. Ceritakan saja ke gue apa yang benar-benar terjadi di hotel.”Maharani menghela napas panjang, matanya melirik ke arah jendela sebelum mulai bercerita. “Gue memang menunggu Mbak Siska di kamar hotel yang dia sebutkan. Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan seseorang masuk...”“Siapa?” tanya Kalisa dengan napas tersengal-sengal.“Marshel,” jawab Maharani pelan.“Marshel?!” Kalisa hampir menjerit, tidak percaya mendengar nama mantan pacarnya itu. “Apa yang dia lakukan di sana?!”“Gue juga heran. Dia nggak bilang apapun,” jelas Maharani. “Kita juga berbincang sebentar, lalu—,” Maharani menjeda kalimatnya. “Gue terjatuh.” Maharani lalu menggeleng pelan sebagai
Read more