Ketika jarak dengan Xiao Tian hanya beberapa meter, Situ Yu menangkupkan tangannya bahkan tubuhnya sedikit membungkuk. “Wakil komandan keempat, terima kasih. Berkat kamu, tidak hanya lukaku sembuh sepenuhnya, pondasiku juga semakin kuat. Dengan ranahku sekarang, aku tidak malu untuk kembali ke Klan.” Gerakan hormat itu menimbulkan sedikit keheningan. Bukan karena mereka tidak terbiasa melihat penghormatan, tetapi karena keluasan makna di balik kata-kata Situ Yu. Para senior yang menyaksikan saling bertukar pandang halus, mengakui bahwa hubungan antara dua pemuda ini memang berbeda. Reaksi para senior dan rekannya pun tampak lebih terfokus. Huixing penasaran. “Junior Situ, ranah apa kamu sekarang? Tidak perlu tertutup dengan kami, kami adalah keluarga.” Pertanyaan itu membuat beberapa orang sedikit mencondongkan badan, menunggu jawaban. Tidak ada tekanan dalam ucapannya, hanya ketulusan seorang senior yang ingin memahami perkembangan pesat juniornya. “Senior, junior sekarang berhasi
Last Updated : 2025-11-18 Read more