Tuo Xun menyeringai. “Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu meski tidak menggali ingatanmu di Istana Laut Selatan. Namun, aku tidak akan menghukum mu, mengingat jasamu yang sudah mengurus kota Siyung selama puluhan ribu tahun. Sekarang aku memberimu kesempatan, apakah kamu ingin berkhianat terhadap Alam Hundun, tau mengabdi kembali seperti dulu?!” Pertanyaan terakhir itu tidak disertai peningkatan nada, namun seluruh ruangan terasa lebih berat setelahnya. Pilihan yang ditawarkan sederhana dalam kata, tetapi menentukan arah hidup dan mati bagi yang berlutut di hadapannya. Penguasa kota Siyung langsung berlutut. Lututnya menyentuh lantai tanpa ragu, kepalanya tertunduk dalam. “Penguasa, aku akan mengabdi kembali. Maafkan aku karena sudah memiliki pikiran picik, tergoda oleh bujukan Kaisar Laut Selatan. Aku bersumpah akan setia terhadap Alam Hundun,” ucapnya dengan nada yang sangat tulus. Tidak ada lagi keraguan yang ia sembunyikan, hanya keinginan untuk tetap bertahan. “Sudah kuduga,
Last Updated : 2026-03-01 Read more