Mendengar itu, Maurin menyipitkan mata, lalu mengangkat sebelah alisnya pada Rustam.“Maaf, apa maksud Anda mengatakan itu, Tuan Rustam?” tanya Maurin pada Rustam.Rustam mengerutkan keningnya. “Loh, bukannya kau datang ke sini untuk membantuku bebas dari penjara kan? Kita ini partner, Maurin. Jika aku masuk penjara, tidak mungkin kau akan diam saja,” ujar Rustam.Namun, Maurin malah memutar bola matanya di depan Rustam, kemudian tersenyum lebar, serupa senyum penuh ejekan. Melihat ekspresi Maurin membuat Rustam bingung. Pasalnya, sifat yang Maurin tunjukkan sekarang jauh berbeda dengan sifat Maurin dulu yang tampak sopan dan patuh terhadapnya.“Rustam … Rustam … aku sangat kasihan padamu. Sudahlah masuk penjara, lalu sekarang kau mengemis bantuan dari orang lain. Ck! Manusia angkuh sepertimu akhirnya bisa memohon juga hanya untuk dibebaskan dari dalam penjara.” Maurin melontarkan kalimat ejekan, kemudian menarik sebelah sudut bibirnya, tersenyum mengejek pada lelaki setengah baya itu
Last Updated : 2026-01-08 Read more