Shafa melihat ayahnya memberikan begitu banyak benda kepada orang lain, sementara dirinya malah belum mendapat apa pun. Sepasang matanya menatap dengan penuh harap dan tampak sangat kasihan."Ayah, Shafa dapat juga nggak?"Saat ini sudah tidak ada orang lain. Shafa bertanya dengan wajah penuh harap.Melihat hal itu, Afkar tidak bisa menahan tawa. Dia mengusap kepala Shafa sambil tersenyum dan berkata, "Ayah punya hadiah untukmu. Pasti kamu suka, Sayang."Begitu mendengar itu, mata Shafa langsung berbinar. Dia bertepuk tangan dengan riang. "Hadiah? Hadiah apa, Ayah?"Afkar tersenyum tipis. Dengan satu pikiran, dia langsung mengeluarkan dua senjata ilahi berbentuk pemukul yang dijatuhkan oleh Leluhur Katak Hitam dari Gelang Pelindung Kosmos.Afkar menyebutnya pemukul, tetapi sebenarnya sepasang senjata ilahi ini jelas bukan pemukul biasa. Hanya saja bentuknya memang agak mirip. Namun, tingkat keindahannya jauh melampaui pemukul biasa.Kepala bulatnya tampak tebal dan berat, dihiasi ukira
Read more