"Really!"Naya mengangguk pelan, ia sudah menebak bagaimana reaksi sahabatnya ketika ia memberi tahu tentang Samudra."Ini udah ke calon suami banget? Kedua orang tua lo tahu, Bang Devan?" Stevani bertanya, keningnya tampak mengernyit seolah masih banyak kebingungan yang ia rasakan."Bang Dev tahu, Mamah sama Papah ngga... lebih tepatnya belum tahu," jawab Naya pelan, entah mengapa atmosfer di kamar ini terasa tidak nyaman. Naya tahu, dirinya akan dihujani banyak sekali pertanyaan setelah ini."Samudra lho, Nay. Kakak tirinya Disya. Lo yakin?""...."Tidak menjawab, Naya mengangguk pelan.Stevani terperangah, gadis itu sampai bangun dari tempat tidur, mengusap wajahnya frustasi. "Lo bohong kan?"Lagi-lagi, Naya menggeleng."Wait—" Stevani menjeda kalimatnya, perempuan itu tampak memegang kepalanya yang mungkin saja berdenyut sakit karena baru saja mendengar fakta mengejutkan dari sahabatnya. "Jangan-jangan alasan lo tiba-tiba mutusin Nathan karena
Read more