"Apa-apaan sih kalian berdua, Hah?!" Zaenal tampak gusar mendapati kedua istrinya sedang bertengkar sampai jambak-jambakan. Ia juga kesal karena tidurnya terganggu oleh suara-suara teriakan yang dihasilkan. Mata Zaenal melotot melihat ke arah Diara dan Echa bergantian. Sangat mengerikan sekali, jujur baru kali ini Diara melihatnya. Memang wajar sih, siapa juga yang tidak kesal apabila sedang enak-enaknya tidur lalu diganggu dengan suara teriakan nyaring. Jangankan Zaenal, Diara sendiri pasti kesal jika diganggu seperti itu. Apalagi Diara tahu kondisi Zaenal yang sedang dalam keadaan lelah karena pertempuran mereka Tidak ingin kena marah, lantas Diara mengambil start lebih dulu mendekatinya, lalu mengadukan apa yang dilakukan Echa sampai mereka berdua berakhir seperti ini, tidak lupa sembari diberikan sedikit bumbu-bumbu agar Echa terlihat bersalah. Namun terlebih dulu, Diara membuat air wajahnya menjadi sendu--seperti teraniaya. "Mbak Echa duluan yang cari gara-gara, Mas!" "Heh
Read more