Tubuh Nadira terguncang hebat tepat saat lempengan logam itu menyentuh dadanya. Sentakan listrik memaksa tubuhnya melengkung ke atas, lalu terhempas kembali ke ranjang darurat. Ia terperanjat dengan mata terbelalak sempurna, napasnya tersengal—cepat namun dangkal—seakan ada genangan air yang menekan dari dalam rongga paru-parunya.Untuk sesaat, hanya suara mesin yang memenuhi ruangan: ritme cepat monitor, desau oksigen dan dengung samar lampu operasi. Para perawat yang tadi panik kini menahan napas, menunggu—hanya menunggu.Lalu … sebuah bunyi itu terdengar. Beep. Disusul beep berikutnya.Wajah tegang para perawat serta dokter mulai mengendur perlahan. Hampir satu jam mereka berjuang, berpacu dengan waktu, memaksa jantung Nadira yang membandel itu kembali menemukan iramanya. Alat penunjang menempel di seluruh tubuhnya: selang infus tertarik tegang di lengan, masker oksigen menutupi setengah wajah, kabel-kabel monitor menjalar seperti akar kehidupan yang enggan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-07 อ่านเพิ่มเติม