"Aku pinjam laptop Bobi dulu." Robi bangkit, dia segera beranjak dari bed kasur dan keluar dari kamar. Selama Robi pergi, aku mengecek isi video dalam ponsel Bobi.Napasku menghela dengan berat. Perutku langsung mual untuk menahan agar makanan yang baru kusantap tadi tak boleh keluar."Ibu barusan pamit, Nil, mau ke ruko katanya." Aku menyipit, sebersit prasangka buruk sempat terlintas."Yakin ke ruko?" Robi hanya mencebik, dia terlihat malas dan segera meletakkan laptop di atas kasur. "Kamu tahu gak, Rob, kalau Ibu pernah membanting laptop Bobi?""Lah, laptopnya masih bagus begini. Masa diperbaiki?" Aku menggeleng dengan cepat."Laptop Bobi ada dua, yang dibanting Ibu dan sudah dirongsokkan sama Pak Parman." Kini giliran Robi yang menyipit. Dia lantas segera menyalakan power-nya sehingga benda tersebut menyala.Lalu Robi segera mencolokkan benda pipih tersebut hingga tanda tersambung pun muncul."Astaghfirullah...." Robi men
Read more