Pria itu menyeringai kepadaku dan juga pada Robi. Sialan, kenapa harus bertemu lagi dengannya kali ini."Ini, Mas, kebetulan lagi ketemu teman lama.""Oh, kamu temannya Mas Robi juga?" Fajar nampak kebingungan. "Kebetulan aku juga kenal mereka.""Halo, Mas Ricard, apa ini resto Anda juga?" Aku bertanya sedikit menekan. Dia lalu tersenyum dan menggeleng."Punya temanku, Mbak Nilna. Apa sudah selesai dan mau pulang?" Kami bertiga mengangguk bersamaan. "Bagaimana kalau temani saya makan lagi? Nanti saya yang traktir.""Tidak perlu, Mas, terima kasih banyak." Robi lantas menarik lenganku dan memberi kode pada Fajar untuk menepi dari Ricard dulu."Permisi, Mas!" Fajar terlihat tersenyum dan segera berlari menyusul Robi dan aku. "Bentar, Rob.""Gimana?""Jangan bilang dia juga ada kaitannya sama Bobi?"Fajar langsung menahan Robi dan kini bertanya dengan raut yang sangat serius. Robi hanya diam saja dan mungkin dia bingung har
Read more