Dengan sisa kantuk yang ia miliki, Thalita menerima panggilan telepon dari seseorang yang membuat denyut jantungnya berdegup amat kencang. Sepagi ini. Belum waktunya seseorang akan menghubungi dirinya. ‘Apa dia mencurigai hubunganku dengan Pak Baskara?’ Thalita menerka.“Halo, Nona Vivian, ada yang bisa saya bantu?” Thalita mengusahakan kantuknya hilang. Ia mempersiapkan diri dengan baik walau harus ia paksa saat itu juga. “Mbak Thalita, maaf aku ganggu ya?” Pertanyaan dibalas pertanyaan. Nggak kakak, nggak adik, cara mereka hampir sama. Thalita menahan diri untuk tidak menghela napas. Mereka benar-benar saudara kandung. Huh!“Nggak, Nona Vivian. Oh ya, ada apa?” Thalita mendesak penasaran.“Begini Mbak….”~~~~“Thalita!” pekik Saskia pada Thalita yang baru saja tiba. Saskia terlihat kegirangan seperti anak kecil yang baru saja diberikan permen kesukaan. Thalita mengerutkan kening. “Kamu sih kenapa, Sas? Kamu baik-baik aja, kan? Nggak ada petir di luar, kan?” Gantian Saskia yang
Read more