LOGINThalita amat terkejut ketika terbangun di pagi hari di sebuah kamar hotel. Rasa terkejut itu belum usai karena dirinya kembali dikejutkan dengan adanya penampakan bercak merah di alas tidurnya. Di dalam pusara kecemasannya, seseorang keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk kecil guna menutupi aset berharganya. “Sudah bangun kamu? Bagaimana tidurmu? Nyenyak?” Baskara memiringkan senyumnya. “Kenapa saya ada di sini, Pak? Dan semalam apa yang terjadi di antara kita?” “Kamu pura-pura lupa? Oh baiklah, biar aku ingatkan, semalam kamu begitu liar di atas ranjang. Aku sampai kewalahan.” “Bohong! Bapak kan atasan saya. Kita nggak mungkin melakukan itu, kan, Pak?” “Ck! Untuk apa aku berbohong? Karena aku sudah berkata jujur maka kuperintahkan padamu… Mulai hari ini, kamu adalah wanitaku, Thalita. Ini perintah!” Masalah tidak berhenti di situ saja, pria yang telah melakukan hubungan panas semalam bersama Thalita adalah pria beristri. Lalu apa yang akan terjadi pada keduanya?
View More“Ada apa ini? Kenapa kalian—” Yudith hendak mempertanyakan tapi dicegah oleh Karina. Karina mengangkat satu tangannya yang lain dan memberi penjelasan. “Dia mau merebut gaun pilihanku, padahal gaun ini aku yang pilih duluan untuk pernikahan kita.” Wanita itu dengan tegas menuduh mantan kekasih dari tunangannya melakukan hal demikian. Mendengar hal itu, Thalita sedikit terkejut. Jujur, ia seperti sudah terbiasa meladeni orang-orang yang suka asal menuduh dan menjatuhkan orang lain demi memuaskan kesenangan diri sendiri. Wanita cantik yang pernah menjadi kembang kampus itu melepaskan gaun dari tangannya secara tiba-tiba.Gaun yang tadi menjadi bahan perebutan sekaligus perdebatan dua wanita cantik itu terhempas ke arah Karina. Karina yang belum siap dengan pergerakan Thalita nyaris tersungkur ke belakang karena sebelumnya ia menarik cukup kuat. Dua wanita itu sempat menggunakan tenaga mereka saat memperebutkan gaun tersebut. Tapi kini Thalita-lah orang yang mengikhlaskan gaun itu untu
Mendengar seseorang yang paling tak ingin lagi ia lihat di sepanjang hidupnya disebut di hadapannya, Thalita refleks menggeleng cepat.“Jangan sebut orang itu lagi, Nek. Beliau sudah lama pergi dari kehidupan Ibu dan saya. Jadi ke depannya, saya sudah menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi wali nikah saya. Dan jelas orang tersebut bukan ayah kandung saya. Ada orang yang lebih pantas dan mampu menjadi wali nikah untuk pernikahan saya dan Mas Baskara.” Thalita tersenyum manis pada nenek dari calon suaminya. Seruni tak bisa memaksa, ia bisa dan juga paham di mana dirinya memposisikan diri sebagai Thalita. Tak mudah bagi wanita cantik itu dan ibunya selama belasan tahun ditinggalkan Latief begitu saja untuk menerima kembali kehadirannya. Apapun alasannya, Thalita pasti akan mencari solusi lain. “Ya sudah kalau begitu. Nenek dan Kakek pulang dulu, ya. Kamu pasti juga lelah, dan ingin beristirahat di rumah ibumu. Nenek nggak akan mengganggu pertemuan kalian. Kamu pasti sangat merind
“Nyonya Seruni—” Thalita tak mampu berkata-kata. Mengapa wanita tua ini di sini? Di rumahnya? Bersama ibunya?Tanda tanya besar terlihat jelas di keningnya atau bahkan malah terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini. Hal tersebut segera dijawab oleh Seruni didampingi Teddy. “Biar saya jelaskan semuanya,” tegas Seruni pada Thalita. “Kemarilah, Thalita. Ada banyak hal yang belum kamu tahu tentang masa lalu semua orang yang ada di sini,” jelas Seruni selanjutnya.Thalita mendekat lalu ia diminta duduk di dekat Seruni. Terungkaplah sudah segalanya. Kini, Thalita tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. “Jadi yang menolong anda saat itu adalah ibu saya?” Thalita mulai paham. Ia menyimpulkan semuanya dengan anggukan dari kepalanya. “Ya. Ibumu adalah penyelamat saya saat itu. Saya berhutang nyawa padanya. Dan saat tahu bahwa ibu kamu mengalami hidup yang tidak mudah setelah kepergian ayah kamu, saya merasa sangat bersalah. Andai saat itu saya tahu bahwa bukan Ferry yang telah men
“Oh, jadi kamu nggak mau tanda tangan?” tanyanya santai, terdengar biasa-biasa saja. Kali ini Yola menatap heran. Kenapa pria di hadapannya saat ini bersikap seperti itu padanya? Baru saja pria itu bertindak kasar saat melempar dokumen tapi sekarang malah bersikap tenang. Tak ada tanda-tanda kemarahan atau melontarkan kalimat menyakitkan. Ada tantangan di balik pertanyaan itu. Yola tahu jelas ada sesuatu yang disembunyikan Baskara padanya. Tapi, apakah itu?“Kenapa cara bertanya kamu sama aku seperti itu? Kamu mau melakukan apa sama aku kalau aku nggak mau tanda tangan?” cecar Yola disertai tatapan heran. Ia merasakan adanya intimidasi dari pria yang duduk di hadapannya dengan aura wibawa tak terbantahkan.“Kamu lupa siapa aku?” balas Baskara sembari tersenyum sinis. “Kalau kamu masih menginginkan klinik kecantikan yang kamu miliki tetap aman dan tak tersentuh polisi, maka tanda tangan saja! Ya itupun kalau kamu masih menginginkan klinik itu. Kalau nggak, kamu tahu kan segampang apa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews