Kerutan di kening Vivian terlihat jelas. Thalita harus memutar otak. Jangan sampai keberadaan Baskara diketahui oleh Vivian. Ia tak mau ada drama baru yang berujung membawa-bawa namanya. ‘Kenapa aku harus berurusan dengan duo kakak beradik ini, Ya Tuhan?’ “Kenapa jangan, Mbak?” Vivian menatap penuh selidik seraya berusaha menoleh ke belakang sebisanya. Namun, usaha Vivian tidak membuahkan hasil. Thalita dengan cepat tersenyum dan berkata penuh kelembutan bak seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. “Tadi kamu bilang, ada yang mau kamu bicarakan dengan Mbak? Kalau kamu terlalu lama dan nggak segera memberitahuku, jam istirahatku akan terbuang sia-sia, Vivian. Apa kamu nggak kasihan sama Mbak?” Melihat ekspresi sendu di wajah Thalita, Vivian segera membuang jauh-jauh rasa ingin tahu yang menyeruak di dalam dirinya tentang siapakah pemilik ponsel yang baru saja berdering nyaring menyita perhatiannya. “Oke, Mbak. Jadi begini….”Dengan kegigihan Thalita, Baskara segera pergi dar
Read more