“Mbak balik dulu, ya,” pamit Thalita pada Vivian yang duduk menemaninya di ruang tunggu. Dirinya belum diijinkan pulang oleh Baskara beberapa saat sebelumnya. Mau tak mau setelah menunggu beberapa saat, ia memberanikan diri mengucapkan kalimat perpisahan pada adik sang kekasih. Terlebih lagi, rasa kantuk mulai melanda. Ini sudah sangat malam, menurutnya.Vivian mendongak. Ia melihat wanita cantik yang membuatnya nyaman hendak pergi dari sisinya. Entah mengapa ia belum rela melepaskan Thalita untuk saat ini. Ia merasa nyaman dan aman. Seolah Thalita tercipta untuknya. “Mbak, ini udah malam, loh. Diantar sama Mas Rico, ya,” pinta Vivian yang sengaja mencegah.“Mbak bisa cari taksi online. Jarak sini ke apartemen juga nggak begitu jauh, kok. Mbak nggak mau ngerepotin siapa-siapa, oke,” tolak halus Thalita dengan senyuman manis. Mendengar penolakan Thalita, Yola yang sedari tadi tampak gelisah segera bangkit dari posisinya dan mendekat. “Kamu pulang diantar Rico saja, Thalita. Nggak bai
Last Updated : 2026-05-01 Read more