“Cantiknya istriku!” puji Bima saat Fani baru kembali dari salon tadi.Memang dia menambah creambath sekaligus catok curly untuk rambutnya. Fani kesal setengah mati hingga pusing kepalanya karena kehilangan jejak Dika. Jadi untuk membuat pikirannya tenang, dia sesuka hati menambah perawatan rambut itu tanpa izin Dika. Padahal hal itu jelas menambah durasi lama, tapi ternyata dengan sabar Bima mau menunggunya sambil menjaga Giselle di Playground.“Ayo pulang, Mas! Giselle juga pasti udah capek kan? Lama lho sudahan mainnya,” ucap Fani uring-uringan.“Lho, kita nggak makan dulu, Sayang? Kenapa? Kok wajahnya jadi kusut gitu? Kamu nggak enak badan atau kecapekan?” Bima beranjak berdiri dan menatap wajah istrinya dengan rasa khawatir.“Nggak papa kok, Mas, mungkin aku terlalu letih aja. Ayo kita pulang, kita bisa makan di rumah nanti, Mas, Bu Nur juga pasti sudah masak,” ujar Fani.“Oke!” Bima mengangguk, dia hanya tak ingin istrinya merasa lebih letih. Dia sangat mencintai Fani sampai har
Terakhir Diperbarui : 2026-04-30 Baca selengkapnya