“Dante! Tidak tahu kalau kau akan begitu tertarik dengan siapa aku bergaul,” Kael menanggapi dengan nada main-main.“Oh ya! bukan emas, tapi berlian,” lanjut Kael sambil mengedipkan matanya pada pemuda jangkung itu. Ia kemudian terkekeh sendiri dengan leluconnya sementara Evan menatapnya aneh. Ia tidak mengerti apa yang lucu.Dante hanya menatap datar pada Kael, mengabaikan ucapannya kemudian mengalihkan pandangannya pada Evan.“Kau sudah berapa lama berlatih?”“Baru satu tahun terakhir,”“Sesuai dugaanku, kau punya potensi yang besar. Sayang sekali baru mulai, kau akan bisa mengalahkan Jun kalau mulai berlatih lebih awal.”“Terima kasih?”“Oh ini menarik, hebat sekali Evan, kau bisa membuat orang ini memuji mu.”Dante sama sekali tidak menghiraukan ucapan Kael. Menurutnya waktunya terlalu berharga untuk menanggapi pemuda itu. Ia tetap fokus berbicara pada Evan.“Teruskan latihannya, mungkin kau bisa bergabung untuk tim turnamen tahun ini,” katanya.“Tentu saja,” balas Evan dengan sedi
Last Updated : 2026-04-30 Read more