Marco mengusap wajahnya kasar. Ia terus terngiang ucapan adiknya sendiri. “Aku memang salah kepada Elena. Tapi semua yang aku lakukan adalah akibat perbuatannya sendiri” gumamnya mencoba masih membela dirinya sendiri. Ia akui jika selama ini dia selalu mudah terprovokasi oleh ucapan Marrie tentang Elena yang ternyata sekretarisnya itu hanya berpura-pura tertindas di depannya. Namun bukan salahnya juga lebih mempercayai Marrie, sebab sifat Elena yang sejak dulu memang sombong dan sulit diatur seperti sifat keras kepala nona muda keluarga kaya. “Ok, aku akui kalau aku salah paham tentangmu dan Marrie. Tapi Elena, kau juga sering mengganggu Jenny dan selalu membawa namanya dalam pertengkaran kita padahal dia tidak salah sama sekali. Sikapmu yang pencemburu itulah yang membuatku muak padamu. Jadi bukan hanya aku yang bersalah di sini” gumam Marco kembali. Namun tanpa ia sadari jika Elena tidak pernah mengganggu mantan kekasih suaminya itu terlebih dahulu, melainkan Jenny yang selalu m
Last Updated : 2026-01-12 Read more