Elmer meneguk pil biru itu dengan cepat, tanpa curiga. Air putih masih tersisa di gelas, tapi ia sudah melemparkannya ke meja.Brenda mengamati, sambil menahan senyum penuh racun.Sepuluh menit berlalu.Elmer mulai gelisah di tempat tidur. Tangannya sibuk menyeka pelipis, tubuhnya memanas.“Panas sekali... jantungku berdebar... tapi bawahku... kerasnya luar biasa,” ucapnya dengan napas terengah.Brenda perlahan menaiki ranjang, pura-pura menggoda. Tangannya menyusuri bahu Elmer, meski hatinya muak. “Tahan sedikit lagi, babi. Aku cuma perlu kau menggeliat sebelum jantungmu menyerah…”“Brenda... sekarang!” desah Elmer, matanya melotot penuh gairah.Brenda menunduk, bibirnya mendekat ke telinga Elmer, lalu membisikkan kalimat palsu paling manis.“Buat aku teriak malam ini…”Elmer makin beringas. Ia membalikkan tubuh Brenda, mencengkeramnya—namun tangannya berget
Last Updated : 2025-07-19 Read more