LILIANA“Ayo, sudah saatnya kembali!” Suara Ryder terdengar tegas, seperti perintah yang tak bisa diganggu gugat.Aku masih berdiri di sana, tubuhku menolak untuk bergerak. Udara dingin mulai menusuk kulit, tapi pikiranku jauh lebih ribut daripada rasa dingin itu. Dia hendak pergi begitu saja, tanpa menjawab pertanyaanku? Tidak. Aku tidak akan membiarkannya mengabaikanku kali ini.“Aku tidak ingin pertanyaanku diabaikan,” ucapku pelan, nyaris berbisik, tapi cukup untuk menghentikan langkahnya.Ryder tidak menoleh. Bahunya sedikit menegang, lalu kembali rileks. Dia pura-pura tidak mendengar, pura-pura sibuk menyalakan mobil.Dengan nekat, aku melangkah mendekat dan menarik ujung kemejanya. Tarikanku cukup kuat untuk membuatnya berbalik. Sepasang matanya menatapku, tajam, namun ada sesuatu di balik tatapan itu yang tidak bisa kuartikan.“Mengapa kau memanggilku Ana?” tanyaku, suaraku bergetar, entah karena gugup atau karena rasa ingin tahu yang sudah terlalu lama kupendam.Wajah Ryder m
Last Updated : 2025-08-26 Read more