Xander mengangkat kepalanya sejenak, menatap wajah Sienna yang memelas, darahnya mendidih, ia mulai merasakan panas hasrat mulai membakar seluruh bagian tubuhnya. "Lepaskan aku tuan, lepas!" pinta Sienna memohon, ia mulai terisak di bawah kukungan tubuh besar majikannya itu. Xander berusaha menahan diri, dadanya bergerak kasar memperhatikan wajah berantakan di bawahnya, yang sialnya justru terlihat begitu cantik dan menggoda. "Aku akan melepaskan mu, tapi aku menginginkan jawaban atas pernikahan itu detik ini juga!" ancam Xander bengis. Sienna mengatupkan bibir. Xander benar benar menjebaknya. Ia dibuat tidak punya pilihan sama sekali. "Katakan, apa kau bersedia menikah denganku Sienna?" Satu alis laki laki itu terangkat naik, menatap lurus wajah Sienna yang mulai goyah pertahanannya. Jika menolak, Sienna tahu ia akan mempertaruhkan nasib ibunya, dan tentu Sienna tidak mungkin memilih jalan itu. Ia harus bertahan, setidaknya sampai kondisi ibunya membaik. "Sienna.." gera
Read more