Sebenarnya apa yang diinginkan anak ini? Qin Yun, yang berdiri di hadapannya, jelas hanyalah Kaisar Bela Diri di puncak tahap awal peringkat kedelapan. Namun pada saat ini, pria paruh baya bermata elang itu merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya, seolah dia baru saja melakukan sesuatu yang sangat bodoh. Dia samar-samar merasa telah mengambil langkah yang salah. Namun sekarang, dia tidak peduli lagi dengan hal lain. Pilihannya hanya Qin Yun mati, atau dia yang binasa. Ledakan! Serangan itu, seluas samudra, menghantam dengan kekuatan luar biasa. “Hancurkan Jiwa!” Tepat ketika serangan itu hampir mengenai Qin Yun, Qin Yun tiba-tiba mendongak. Sepasang mata biru yang dingin dan tanpa emosi tiba-tiba muncul dalam pandangan pria paruh baya bermata elang itu. Mata itu seperti mata kematian, dingin dan tanpa kilau, seketika mengguncang hatinya. Berdengung! Bersamaan dengan kilatan mata tersebut, gelombang kekuatan jiwa tak terlihat langsung memasuki pikirannya. Pria paruh ba
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-27 Mehr lesen