BRAAAAKKK!!!Sementara itu, pertarungan antara Liu Yuan dan Li Chen juga mencapai klimaksnya. Liu Yuan melesat seperti kilat, pedangnya dipenuhi aura petir yang menggelegar. Dengan teknik pamungkasnya, “Pedang Petir Penghancur Langit!”, Liu Yuan menebas lurus.Bayangan petir sebesar naga menyambar Li Chen, memecah pertahanannya dalam sekali tebas. Tombak Li Chen patah, dadanya tersayat panjang, dan darah menyembur deras. Tubuh Li Chen gemetar, lututnya tak mampu menopang beban tubuhnya lagi.“Tidak… aku… masih belum…” gumamnya, namun kata-kata itu tak sempat selesai.WHUUUUSSSHHHH!!!Tubuh Li Chen perlahan berubah menjadi serpihan cahaya putih, kemudian meledak menjadi ribuan percikan dan terusir keluar dari dunia ilusi.Liu Yuan menatap kosong ke arah cahaya itu, lalu mendengus. “Satu lawan berat… gugur.”---Di sisi lain, para jenius Kota Fenglin satu per satu jatuh. Pedang-pedang spiritual, tombak-tombak energi, dan gelombang ledakan terus menghantam pertahanan mereka. Satu demi sa
Huling Na-update : 2025-08-28 Magbasa pa