Davina terlihat serius menatap layar laptopnya. Dahinya mengernyit dan pandangannya menajam, seolah sedang mengintai sesuatu. Setelah beberapa saat ia melepas kacamatanya dan menyenderkan tubuh di kursi. "Baru beberapa bulan gabung di perusahaan Ayah, dia sudah berani memanipulasi keuangan kantor dengan jumlah yang begitu besar? Sepertinya dia memang bakat jadi maling, sungguh memalukan! Sayangnya pria bangs*t seperti itu masih berstatus sebagai suamiku," sesalnya. Apa yang dilihatnya tadi mulai dicetak kedalam bentuk kertas, satu persatu lembaran kertas itu muncul dari dalam printer. "Okey, sudah selesai. Sekarang tinggal kirim ke pengacaraku lalu mulai jalankan misi selanjutnya," gumamnya. Setelah merapikan beberapa lembar kertas itu, Davina mengambil ponselnya lalu menelfon seseorang. "Denis, aku sudah berhasil mengumpulkan data-data transaksi penggelapan uang kantor yang dilakukan Anggara. Sekarang tinggal menunggu bukti chat Anggara dengan Gundiknya itu," ucap Davina dengan po
อ่านเพิ่มเติม