Al menggenggam kertas itu erat-erat, jemarinya bergetar saat matanya terus menatap kalimat terakhir yang tertulis. Kata-kata Navya seakan menggema di kepalanya, menghantam keras seperti tamparan yang menyadarkan betapa jauhnya dia telah melukai hati wanita yang seharusnya ia lindungi. “Navya …,” gumam Al, suara parau keluar dari bibirnya. Air matanya mulai mengalir, satu per satu membasahi pipi, menciptakan garis luka yang tak terlihat. “Aku … aku minta maaf udah nyakitin kamu.” Dia mencoba menahan isaknya, tapi air matanya justru semakin deras. Dalam ruangan yang sunyi, tangisnya terdengar samar, penuh dengan penyesalan yang begitu dalam. Al tahu, jika saja dia tidak terus-menerus mendahulukan egonya, mungkin Navya masih ada di sisinya sekarang, masih tersenyum lembut, masih menjadi penghangat di keluarga kecilnya. "Kamu berhasil, Nav. Kamu berhasil buat aku jatuh cinta sama kamu. Aku sekarang yakin, ini cinta, bukan sekedar karena aku nggak mau anak-anak kehilangan sosok kamu.
最後更新 : 2026-05-22 閱讀更多