“Kau berubah pikiran, Mrs. Sullivan?”Butuh kesabaran ekstra menghadapi sikap tak terduga Nightroe. Svanna menatap pria itu setengah kesal, lalu berkata, “Harus berapa kali kukatakan? Aku bukan Mrs. Sullivan!”“Kau masih Mrs. Sullivan, karena secara teknis kita tidak becerai.”“Aku sudah menceraikanmu!”“Ya. Menurutmu. Tapi setahuku, aku tidak pernah menandatangani apa pun. Surat cerai darimu bahkan sudah kurobek menjadi kepingan kertas tak berguna.”Itu jauh – jauh hari sudah Svanna pikirkan. Namun, reaksi membeku tidak dapat dihindari. Rasanya butuh waktu beberapa saat sampai dia segera mengerjap. “Kau—“ Dia hampir tidak bisa mengatakan apa – apa, segera meneruskan demi ketegangan dalam dirinya, “Sekarang sebaiknya kau perintahkan mereka untuk menghentikan pekerjaan ini. Aku dan ayahku perlu istirahat. Kami perlu tidur dan kehadiran kalian di sini benar – benar mengganggu." “Tidak bisa, Mrs. Sullivan. Aku sudah membayar mereka dengan mahal untuk menge
Read more