“Jadi, kau membawakan bunga lily untukku saat Nightroe juga ada di sana?” tanya Svanna skeptis, sembari mempelajari sesuatu yang mungkin tertinggal di balik ekspresi Orlando. Dia tidak mengerti terhadap pemikiran pria itu. Mereka dua bersaudara yang tinggal bersama sejak kecil, seharusnya Orlando tahu bahwa Nightroe tidak memiliki toleransi bagus terhadap bunga yang pria itu pilih—entah atas sadar seperti apa. Namun, respons enggan di balik bahu Orlando seakan mengingatkan banyak hal tertunda. Butuh usaha keras bagi Svanna untuk benar – benar menyelam, walau dia tidak sepenuhnya bisa memahami prospek tertinggal di sekitar. Pria itu bahkan berdecak, sebelum akhirnya berkata, “Aku tidak tahu Nightroe akan datang menjengukmu. Kupikir dia tidak akan pernah menginjakkan kaki ke ruang rawatmu, karena dia memang tidak pernah peduli.” Jika pemikiran Orlnado benar seperti itu. Svanna tidak akan memungkiri bahwa hal tersebut masuk akal. Dia sendiri tidak pernah mengira akan
Read more