登入Kegugupan Alina membuat kesabaran Nightroe kehilangan sumbu untuk menunggu lebih lama. Langkah lebarnya segera menepi. Pintu kamar mandi terbuka sangat lebar. Dia melewati ambang pembatas di sana. Namun, kemudian tertahan mendapati sebuah pemandangan mengejutkan.
Darah di tubuh Nightroe seakan berhenti mengalir. Butuh waktu cukup lama memahami situasi yang mengambang secara brutal. Kebodohan seperti apa lagi ... coba Svanna lakukan? Sialan! Kegelisahan segera menyelinap diKematian benar – benar sesuatu yang kacau, meluluh-lantakkan sebuah permintaan hidup; dari yang paling sederhana, hingga menjadi gulungan paling buruk. Seandainya, dia bisa berharap keadilan memainkan peran lebih banyak; barangkali keberadaannya di sini tidak akan berakhir semacam rencana hidup yang menyedihkan. Svanna tidak mengatakan apa – apa kali pertama dia menyadari telah terbaring di rumah sakit. Tidak ada siapa pun di sini. Berharap Nightroe bersedia menunggu adalah bentuk keinginan paling sungkar dipercaya. Sesuatu dalam dirinya seharusnya mengerti ... pria itu tidak akan pernah peduli. Tidak akan. Hanya kebetulan Nightroe menginginkannya hidup untuk menerima rasa sakit lebih banyak. Svanna akan mencoba memahaminya. Perlahan, dia menggerakkan sebelah tangan, memperhatikan jarum infus yang sedang terbenam di pembuluh darah. Rasanya seperti protes aktif tidak tersampaikan; mengapa pria itu harus tahu; mengapa Nightroe tidak datang di waktu lebih lama atau me
Kegugupan Alina membuat kesabaran Nightroe kehilangan sumbu untuk menunggu lebih lama. Langkah lebarnya segera menepi. Pintu kamar mandi terbuka sangat lebar. Dia melewati ambang pembatas di sana. Namun, kemudian tertahan mendapati sebuah pemandangan mengejutkan. Darah di tubuh Nightroe seakan berhenti mengalir. Butuh waktu cukup lama memahami situasi yang mengambang secara brutal. Kebodohan seperti apa lagi ... coba Svanna lakukan? Sialan! Kegelisahan segera menyelinap di benaknya. Nightroe menyambar ke pinggir bak mandi. Keran telah dimatikan. Alina jelas tak berani mengambil tindakan terlalu banyak, tetapi wanita itu sudah cukup tepat sekadar tidak membuat air merembes lebih deras. Persetan. Nightroe sudah tak peduli apa pun. Basah; pakaiannya; semua. Dia hanya ingin Svanna selamat. Langsung membawa wanita itu keluar dan membaringkan tubuh yang begitu lemah ke permukaan lantai kamar mandi yang licin. “Anna ...." “Bangun, Anna ....” Sud
“Sudah kau temukan kalung itu?” Suara Nightroe menggelegar penuh amarah kali ketika menyadari sesuatu hilang dari saku celananya. Alina dapat merasakan tedensi di sekitar luar biasa mengalami perubahan signifikan. Wanita itu menunduk. Tidak tahu begitu persis kalung seperti apa yang dimaksud. Dia tidak melihat apa pun. Hanya beberapa peristiwa—belakangan ini terasa benar – benar tidak seperti biasanya. “Tidak, Tuan. Saya sudah mencari ke mana pun kalung yang Anda bicarakan, tapi saya tidak menemukan apa pun.” Wajah Alina menunduk sangat dalam ketika mengungkapkan jawaban. Keabsahan dari rasa takut adalah simbolik yang menyajikan pelbagai luapan tak terduga. Sang majikan tidak terbiasa pulang di saat – saat seperti ini. Saat di mana beberapa menit lalu, Svanna menginjakkan kaki dalam keadaan benar – benar sulit diungkapkan. Begitu banyak luka di sorot mata itu, tetapi Alina tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mendatangi istri dari majikannya setelah pintu ka
Svanna berjalan setengah enggan ke kamar mandi. Pelbagai pemikiran buruk berkeliaran deras di benaknya. Dia merasa luar biasa hampa. Yakin bahwa apa pun yang dia lakukan tidak akan berarti apa – apa. Memang. Sesuatu dalam benaknya cenderung mengambil tindakan dengan beberapa desakan agar segera mengambil tindakan. Bahkan dia tidak menyiapkan apa pun—atau setidaknya melucuti seluruh pakaian ketika ingin berendam. Hanya menyalakan air dengan deras, lalu menjatuhkan diri di sana. Di dalam bak yang telah penuh dengan genangan. Svanna harap, dia bisa melunturkan detil sentuhan Nightroe di tubuhnya, tetapi setiap kali berusaha menyingkirkan bayangan dari kemarahan pria itu, yang dia rasakan hanya ciuman mematikan; terasa membakar sampai bagian terdalam kulit. Andai saja, Svanna tidak menuruti bentuk ingin tahu yang dia pendam terlalu dalam. Andai, dia tidak bertemu Orlando di saat tidak tepat. Mungkin semua akan baik – baik saja. Tidak akan ada yang terenggut dan membu
“Datang ke ruang rawat Yohana sekarang." "Ya, bawa pakaian ganti.” Percakapan Nightroe bersama seseorang selesai, tetapi Svanna merasa itu seperti menunggu daftar badai berikutnya. Begitu banyak ketakutan menyergap, seolah – olah sudah tidak ada lagi hal waras dapat dipertahankan. Semua hilang. Nightroe hanya berhenti ketika pria itu merasa puas, sementara apa yang telah dia hadapi adalah ketakutan. Ironi di balik ironi. Semua menjadi percuma. Nightroe tidak akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tak berdaya. Bukankah tujuan pria itu sejak awal sudah lebih daripada mantap untuk membuatnya menghadapi sisi traumatis? Nightroe berhasil. Pria itu benar – benar berhasil. Barangkali pula, bajingan kejam sepertinya tak sadar bahwa telah melakukan tindakan pemerkosaan, alih – alih memperlakukan dia sebagai seorang istri. Tidak akan pernah. Svanna tidak pernah dianggap seperti seseorang yang perlu diperlakukan dengan hormat, meski hubungan pernika
“Kau mau apa, Nightroe?” Betapa Svanna bisa mendengar suaranya luar biasa gemetar hebat. Apa pun tujuan Nightroe, barangkali itu tak lepas dari hasrat untuk menghukum. Dia bisa melihat langsung bagaimana mata sapphire itu menyimpan banyak bentuk gumpalan pekat yang perlu dilampiaskan. “Nightroe ....” Lagi. Svanna harap bisa menarik Nightroe ke permukaan. Pria itu terlihat sedang dilingkupi kemarahan yang luar biasa tak terduga. Apakah Nightroe sungguh berpikir dia dan Orlando melakukan sesuatu di sini? Terlihat sangat dekat dengan kontak fisik tadi? Tidakkah pria itu menilai dari sudut pandang lebih positif? Yang merupakan bagian dari kebenarannya .... Percuma. Sekarang Svanna harus menerima kenyataan bahwa Nightroe baru saja menjebak mereka di satu ruang bertiga ... dengan tirai yang bahkan menutup celah apa pun dari luar. Ini tidak benar. Nightroe harus mengerti apa yang pria itu lakukan nanti dapat mengancam nyawa seseorang. Sekarang bukan lagi tenta
“Ms, Anda di dalam?” Tubuh Svanna tersentak mendengar suara Alina di balik pintu kamar. Setelah pelbagai tindakan dilakukan sendiri, dia memang memutuskan untuk mengunci pintu, berharap pria itu tidak pernah kembali. Walau ... memang, Nightroe tidak pernah kembali, seolah bajingan luar biasa
Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang
Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara
Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan







