Seharusnya Svanna tidak lupa bahwa Alina ditugaskan untuk mengambil kompres air hangat. Dia secara naluriah mendekat, memperhatikan wajah Nightroe antara sadar dan tidak. Barangkali pria itu sedang mengalami fase – fase tertentu selagi menghadapi demam tinggi. Tidak dimungkiri, Svanna terkejut saat menyentuh permukaan kulit yang terasa begitu menyengat. Dia menatap Alex, mungkin mereka bisa melakukan beberapa percakapan serius. Lagi pula, pria itu telah mengumpulkan informasi untuk diungkapkan. “Beberapa hari ini Tuan memang sangat sibuk dan hampir tidak menyiapkan diri untuk beristirahat, Ms. Demam tiba – tiba menyerang setelah tuan minum terlalu banyak. Saya sudah meminta Alina untuk membawa—” “Di sini,” Suara Alina segera menyambar dengan membawa sebaskom air hangat, berikut kain untuk kompres di sana. “Biar aku saja.” Svanna segera mengambil alih. “Tidak apa – apa. Kalian bisa pergi,” ucapnya setelah meminta Alina meletakkan baskom tersebut k
Read more