“Aku dan Russol sudah sepakat kalau kami sangat tidak sabar ingin menjadi kakek. Jadi, demi mewujudkan keinginan itu dari kalian, kami bersama – sama membuat rencana agar kau dan Nightroe akan pergi bermulan madu. Bagaimana?” Bagaimana? Sesuatu dalam diri Svanna tak bisa menahan pengulangan usang di balik bahunya. Dia tidak tahu harus bagaimana. Hubungan bersama Nightroe telah rusak. Tidak ada harapan untuk mengembalikan situasi di mana semua akan baik – baik saja. Bahkan tadi ... cara Nightroe memberikan hukuman sudah cukup menjelaskan betapa mengerikan berada satu ruang—berdua saja bersama pria itu. Lidah Svanna nyaris terasa keluh, tetapi dia berjuang keras sekadar mengatakan penyangkalan yang akan menjadi adil bagi mereka, terutama supaya dia bisa tetap bertahan pada kewarasan. “Maaf, Papa. Kurasa, dengan kondisiku yang sekarang, aku tidak bisa pergi ke mana pun. Lagi pula, kau lihat sendiri bagaimana Nightroe terlalu sibuk. Dia tidak akan punya waktu untuk u
Read more