Reagan menimpali, "Bagus kalau kamu nggak lupa. Kalau begitu, sampai bertemu malam ini."Setelah menutup telepon, Victor menatap Yuvi. "Jadi malam ini, kamu ada janji makan sama Reagan?"Yuvi mengangguk. "Ya. Tadi siang, aku bertemu Kak Reagan di kampus. Aku bisa masuk Universitas Ivy League juga berkat bantuannya, jadi malam ini aku mau traktir dia makan sebagai tanda terima kasih."Victor tahu bahwa Yuvi tidak punya perasaan lain terhadap Reagan, tetapi jelas sekali pria itu menyukai Yuvi.Dalam lingkungan sosial mereka, Yuvi memang seperti seorang "tuan putri" yang selalu menjadi incaran keluarga-keluarga besar.Namun, Victor tidak melarangnya. Di matanya, Yuvi adalah manusia dengan kehidupan dan ruang pribadinya sendiri, bukan barang yang bisa dikontrol.Walaupun Victor tidak suka kalau Yuvi terlalu dekat dengan pria lain, dia tahu bahwa cinta juga berarti pengertian dan rasa percaya. Dia ingin hubungan mereka bertahan lama, bukan hanya sesaat."Kalau begitu, apa kamu keberatan kal
Read more