Alex menarik napas panjang, lalu mencoba meraih tanganku tapi segera kutepis."Kau akan kelelahan kalau menangis terus. Berhentilah menangis, Gerald sudah bahagia dan tidak sakit lagi.""Kalau kau tidak suka melihatku menangis, pergilah.""Ruth aku-""Baik, kalau kau tidak mau pergi, aku yang pergi! Agar kau bisa merasakan ketenangan," potongku sambil bangkit perlahan. Lututku kembali terasa perih, tergesek rumput."Ruth, bukan itu maksudku," jawab Alex sambil menghalangi langkahku."Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan berkata apa-apa lagi. Bicaralah dengan Gerald, aku hanya akan berdiri diam di sini," lanjut Alex sambil melangkah mundur.Aku berbalik dan kembali menemui Gerald. Kali ini, aku hanya diam sambil duduk di samping nisannya. Kuseka nisan yang berdebu itu dengan telapak tanganku, tanpa sepatah kata, hanya airmata yang terus berderai.'Nak, kau pasti sudah bahagia di sana. Maafkan mama belum bisa menemanimu,' ucapku dalam hati, dengan tangis tanpa henti.Berkali-kali aku me
Last Updated : 2026-09-24 Read more