LOGINSetelah kematian putra mereka, Ruth dan Alex jadi saling membenci lalu memutuskan untuk bercerai. Ruth kemudian meninggalkan kota asalnya, menjauhi masa lalunya dan menjalani babak baru dalam hidupnya. Tapi tepat setelah Ruth mulai bisa menerima kenyataan dan menikmati hidupnya, sesuatu terjadi. Kejadian itu membuatnya melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda.
View MoreAku sangat penasaran siapa yang menelepon George dan apa yang membuatnya begitu marah. Tapi rasanya kami tidak sedekat itu untuk aku menanyakan urusan pribadinya. Aku tiba-tiba kehilangan semangatku untuk lanjut melukis. "Nona, maaf mengganggu, apakah anda mau makan siang? Tuan George meminta saya menanyakan kepada anda."Lola tiba-tiba masuk setelah mengetuk pintu sekali."Makan siang? Bukankah aku baru sarapan?""Nona, sepertinya anda tidak menyadari kalau anda sudah melukis cukup lama. Sekarang bahkan sudah lewat jam makan siang," jawab Lola sambil tersenyum.Mendengar penjelasan Lola, tiba-tiba perutku berbunyi, membuatku tersadar kalau aku memang sudah lapar."Baiklah, aku akan makan siang sekarang."***Aku masuk ke dalam ruang makan setelah membersihkan diri. George sudah duduk di sana dan sepertinya menungguku."Kau bilang akan pulang malam, kenapa sudah pulang?""Pekerjaan di kantor sudah selesai dan tidak ada yang harus kulakukan lagi," jawab George sambil mempersilakan aku
Aku menatap mata George, dia terlihat tulus mengatakan semuanya."Sekarang tidurlah, besok kau harus mulai bekerja. Dan aku akan berusaha untuk memenuhi permintaanmu, jadi jangan melarikan diri."Aku mengangguk pelan, lalu segera masuk ke kamarku. Perasaan aneh muncul di dadaku, entah bagaimana menjelaskannya. Tapi hatiku mengatakan pembicaraan tadi akan membuatku bertahan lama di rumah ini.***"Selamat pagi," sapa George sambil tersenyum saat kami keluar dari kamar bersamaan."Selamat pagi," balasku canggung. Sikapnya tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah. Apa dia sungguh-sungguh akan memenuhi permintaanku semalam?"Kalau kau mau sarapan, katakan saja pada pelayan, mereka akan menyiapkannya.""Apa kau juga akan sarapan?" "Tidak, aku harus mengurus beberapa hal di kantor," jawab George sambil membetulkan jasnya."Tapi-""Apa kau merasa tidak nyaman tinggal sendirian?" tanya George seakan bisa membaca pikiranku."Maksudku-""Jangan khawatir, aku sudah menyediakan asisten pribadi unt
"Kau tampak berbeda, tidak seperti biasanya," jawabku cepat."Aku di rumah, untuk apa berpenampilan formal. Apa kau tiba-tiba jatuh cinta karena melihat penampilanku?" goda George diikuti cekikikan kecil dari para pelayan yang ada di situ."Besar kepala sekali. Kau sama sekali bukan tipeku, bagaimanapun penampilanmu!" jawabku sambil melirik para pelayan."Kalau begitu, berhenti menatapku seakan-akan kau ingin menerkamku," sahut George sambil mengedipkan mata kanannya. Para pelayan kembali cekikikan. Pria ini sangat pandai memutar kata."Aku lapar," ujarku mengalihkan pembicaraan. Lalu para pelayan langsung bergerak dan segera menyajikan makanan di meja.Kami hanya berdua, tapi para pelayan menyajikan 4 jenis makanan di tambah sup dan buah-buahan. Tiba-tiba aku teringat ibuku. Apakah dia makan dengan baik di sana?"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanya George setelah meminta semua pelayan keluar dan meninggalkan kami berdua saja di ruang makan."Aku ... aku belum mulai bekerja.""Jadi
Aku terbangun mencium aroma makanan yang sangat kukenal. Ibuku biasanya memasak ini saat ada yang berulang tahun, dan ini adalah makanan kesukaanku. Aku segera turun dari tempat tidur dan berjalan cepat menuju ke dapur."Mama masak iga?" tanyaku bersemangat, ibuku mengangguk sambil tersenyum."Kenapa? Hari ini tidak ada yang berulang tahun.""Mama ingin memasak ini untukmu. Sebagai rasa terima kasih mama, karena kau sudah menjadi putri yang bisa diandalkan," jawab mama sambil memegang tanganku.Aku tersenyum canggung. Ini adalah hal yang jarang dilakukan oleh ibuku, bersikap manis dan lembut."Kenapa mama bersikap berlebihan begini? Aku hanya membantu sedikit."Ibuku tersenyum, menyadari kecanggunganku."Ayo, kita makan, iganya sudah matang," ucapnya masih tersenyum, aku mengangguk.Aku makan dengan lahap, benar-benar rasa yang kurindukan. Bertahun-tahun aku meninggalkan rumah dan lupa betapa enaknya masakan ibuku."Ma, aku dapat pekerjaan baru," ucapku pelan."Benarkah? Mama senang s


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.