Ketika tiba di kediaman, Tasya ditarik secara paksa oleh Rangga menuju kamar tidur. Wanita itu terus meronta, meminta pertolongan pada pelayan serta pengawal, tetapi mereka hanya menundukkan kepala. Tidak peduli teriakan, tangis, bahkan permohonan. Mereka menganggapnya hanya angin lalu. Siapa yang berani melawan Rangga? Mereka semua masih menyayangi nyawa masing-masing. Pintu kamar di tendang, Rangga menarik Tasya, lalu menjatuhkan wanita itu di atas tempat tidur. Tasya beringsut mundur, menarik kakinya, ia meringkuk dengan tatapan takut pada pria ini. Meski sudah mencoba, ia yakin tak bisa lolos dari cengkeraman Rangga. "Tutup pintunya. Siapa pun tidak boleh mengangguku," ucap Rangga memerintah. Pengawal yang mendengar itu, segera menutup pintu kamar dengan rapat, lalu berjaga di depan. Tidak ada yang boleh menganggu atau membuat keributan selagi pria ini bersenang-senang.Rangga melepas dasinya, jas serta sabuk pinggangnya. Ia mengeluarkan kunci borgol, lalu mengulurkan tangan.
Read more