Se connecterTasya Prameswari dituntut membayar utang suaminya, padahal pria tidak bertanggung jawab itu sudah kabur di malam pernikahan mereka. Ia terancam mengganti dengan organ tubuhnya jika tidak bisa membayar dengan uang. Akibatnya, Tasya melelang keperawanannya di sebuah situs, tanpa menyangka bahwa pria yang membelinya bukanlah lelaki tua bangka mesum seperti yang ia pikirkan, melainkan sosok pria paling berkuasa di negeri ini, yang tidak akan melepaskan Tasya sekalipun ia adalah wanita bersuami.
Voir plusSeperti biasa, Rangga akan pergi setelah menidurinya. Pria itu kembali pada pekerjaan dan hanya datang bila ingin memuaskan hasratnya saja. Beberapa hari ini, ia sudah menurut pada Rangga. Harusnya ada reward atas kerja kerasnya itu. Tasya ingin bertanya mengenai Juna dan balas dendamnya. Sudah lama ia tidak bertemu dengan mantan suaminya itu. Sekarang waktunya tidak tepat. Tasya akan bicara pada Rangga besok. Saat menemani pria itu sarapan. Bahkan untuk menghubungi Tirta saja Tasya ragu. Ia takut melibatkan orang yang tidak bersalah. Besok paginya, Tasya menemani Rangga sarapan. Ia ragu untuk bicara, tetapi ini kesempatan meminta pada pria yang tergila-gila padanya. "Tuan Rangga, aku ingin keluar rumah. Aku merasa bosan di sini." Padahal Tasya ingin bicara mengenai Juna. Ia malah meminta keluar rumah. Rangga menoleh padanya. "Bukankah kita sudah sepakat untuk memanggil nama saja?" "Maaf, Rangga. Aku merasa canggung." "Kau boleh keluar." Rangga menjentikkan jarinya. Kemudian se
Tasya pernah mendengar gosip dari media sosial, bahkan menonton film tentang pria yang sering selingkuh. Termasuk Juna yang juga mengkhianatinya. Rata-rata pria akan cepat bosan dengan wanita yang patuh dan tidak menarik. Sekarang inilah Tasya ingin menjadi wanita seperti itu. Ia akan menuruti semua keinginan Rangga agar pria itu lekas membuangnya. Selama beberapa hari ini, Tasya selalu menuruti keinginan pria itu yang menidurinya setiap malam. Termasuk gaya liar yang pria itu inginkan. Sering kali Tasya merasa aneh pada perlakuan Rangga. Sentuhannya lembut, tetapi juga menyakitkan. Sialnya Tasya merasa ia seperti ketagihan diperlakukan sedikit kasar. Malam ini, Rangga telah memberi pesan untuk memakai pakaian dalaman saja, dan menunggunya di depan rumah. Entah apa lagi yang ingin dilakukannya. Pria itu menginjak-injak harga diri ini, tetapi Tasya hanya bisa menerima tanpa melawan. Ia bahkan tidak merengek meminta keluar rumah."Nona Tasya, sebentar lagi Tuan Rangga akan pulang. No
Bella berteriak kesal karena kelakuan Rangga yang menganggapnya sebagai tunangan pajangan, sedangkan pria itu asik memanjakan simpanannya. Bella sendiri tidak habis pikir dengan keadaan ini. Tirta memberitahu jika Rangga menyembunyikan seorang wanita. Ternyata perempuan itu adalah kekasih Tirta sendiri. Ini harus diluruskan. Bella lekas mengirim pesan kepada dokter itu. Memintanya untuk segera bertemu. Balasan diterima dengan cepat. Tirta menyetujui undangan tersebut, dan Bella lekas menuju tempat yang dijadikan sebagai tujuan pertemuan. Dalam waktu kurang lebih 45 menit, Bella tiba di sebuah kafe dan langsung menuju ruangan privat. Di sana Tirta sudah menunggunya, dan tanpa basa-basi lagi Bella bertanya mengenai hubungan Tasya dan Rangga. Karena sudah begini, Tirta pun mau tidak mau mengakui segalanya. "Aku menemukan wanita itu di pinggir jalan dalam keadaan pingsan. Karena dia cantik dan wajahnya mirip dengan Ivana Aswinda, aku menjadikannya sebagai tunangan kontrak.""Ivana Aswi
Begitu mata ini terbuka, wajah yang dilihat Tasya adalah Rangga. Sangat malas rasanya bertatapan muka dengan pria buruk ini. Dia iblis berwujud pria tampan. Tasya juga masih merasakan perih, dan pipinya terasa bengkak. Ia mencoba merabanya, ini memang bengkak. Tasya ingat betul kakinya di rantai, lalu wanita itu datang memukulnya. Sungguh sial!"Sayang, bagaimana keadaanmu?" Rangga mendekat, tetapi Tasya beringsut mundur. Eh, ia merasa kakinya telah bebas. Tasya membuka selimut, dan ya kakinya tidak lagi di rantai. Rangga bisa melihat kekagetan itu. "Aku memang tidak lagi merantaimu, asal kau patuh dan tidak mencoba lari lagi.""Aku tidak ingin tinggal di sini lagi. Kau sudah punya tunangan, tetapi kenapa kau masih ingin menawanku?" "Kita sudah punya perjanjian, Tasya. Kau jadi wanita simpananku selama waktu yang telah kutentukan. Tugasmu hanya mengikuti kata-kataku dan melayaniku di atas ranjang ini.""Enam bulan kan? Kau sungguh akan membebaskanku setelah itu? Kau juga janji akan
“Data wanita itu sudah ditemukan, Tuan.” Doni memberikan map biru kepada Rangga. Ini cukup mudah menyelidiki latar belakang Tasya karena suami wanita itu adalah teman sendiri. Hanya saja, Doni tidak memberitahu Juna tentang keinginan atasannya. “Dia sempat melamar sebagai office girl di kantor kita.
Juna seakan tidak rela, tetapi ia sudah berjanji akan memberikan Tasya kepada pria lain. Meski sudah memantapkan diri tetap saja rasanya rugi menyerahkan kehormatan istrinya. "Ah, sialan!" Juna mengumpat.Sopir taksi melirik Juna dan Tasya yang tengah dalam keadaan tanda tanya. Pria ini jadi curig
“Biar aku yang bekerja.”Terserah saja dalam hati Tasya berkata demikian. Matanya mulai sayu, ia mengantuk dan keadaan tubuh ini bisa dibilang telah pasrah pada keadaan.Sementara itu, Rangga tersenyum. Ia menuntaskan diri dengan bergerak cepat hingga memuntahkan semua cairan kental dalam rahim Tas
“Bayar utangmu kalau mau selamat!”“Bukan aku yang punya utang! Cari saja dia kalau kalian mau dilunasi, jangan menagihnya padaku!”“Juna itu suamimu, kan? Dia punya utang 500 juta padaku! Kalau bukan kau yang bayar, lalu siapa, hah?!”Ekspresi Tasya Prameswari mengeras mendengar itu. Ia berhenti m






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires