"Eh, Samuel ... Adelia ... kalian sudah sampai?" sapa Rania dengan nada ceria yang sedikit dipaksakan, mencoba bersikap normal."Ekhem, kami kira kalian ... tidak datang hari ini," ujara Jusuf, tak berani menatap Samuel. "Iya, Pa," jawab Samuel pendek, matanya masih sempat melirik Rania yang kini tersenyum kaku ke arah Adelia. Di atas ranjang, Satrio yang sudah tampak jauh lebih segar meskipun selang infus masih menempel di tangannya, tersenyum lebar menyambut kedatangan mereka. "Nah, ini dia pasangan yang paling dinanti," ujar Satrio penuh semangat. "Jangan berdiri di pintu terus. Tidakkah kalian mendengar suara perutku yang keroncongan, karena mencium aroma sup ayam." Adelia tersenyum haru, segera mendekat ke arah Satrio dan meletakkan rantang yang dibawanya. "Kak Satrio sudah mendingan? Aku buatkan sup obat, harus dihabiskan, ya Kak." "Tentu saja. Akan aku habiskan, sup buatanmu adalah obat paling mujarab," canda Satrio, mencoba mencairkan suasana kaku yang sempat diciptakan
Magbasa pa