Gerald masuk ke kamar sambil tetap menggendong Elena, tubuh istrinya melekat padanya, napas mereka belum sepenuhnya pulih dari ciuman terakhir di balkon. Cahaya jingga senja menembus tirai tipis, membuat kamar itu terlihat seperti sedang dipenuhi warna keemasan lembut yang membungkus mereka berdua.Gerald menutup pintu dengan kakinya, tanpa melepaskan Elena sedikit pun. Bibir mereka masih bersentuhan tipis—bukan ciuman penuh, hanya sentuhan yang menciptakan percikan kecil yang berkelanjutan. Elena merasakan jantung Gerald berdetak cepat di bawah dadanya.Saat Gerald meletakkan Elena perlahan di atas ranjang, ia tidak langsung menjauh. Ia menunduk, menempelkan keningnya ke kening Elena, bernapas bersama.“Are you sure?” bisiknya, suaranya begitu rendah hingga terasa seperti getaran di dada Elena.Elena meraih wajahnya. “Yes,” jawabnya pelan. “I’m okay. Dan kamu… kamu kelihatan kayak nahan napas dari tadi.”Gerald tertawa kecil—napasnya berat, campuran antara gemas, lega, dan… kalah.
Last Updated : 2025-12-06 Read more