Air hangat masih mengalir deras dari shower kaca, menciptakan tirai transparan yang memisahkan mereka dari dunia luar. Uap memenuhi ruangan, membungkus Gerald dan Elena dalam atmosfer intim yang membuat segalanya terasa seperti mimpi.Gerald masih memeluk Elena erat, tubuh basah mereka menempel, jantung berdetak kencang seirama. Ia menunduk, menempelkan bibir ke leher Elena, mencium pelan bagian kulit halus yang basah. Elena menggigil, desahan lirih lolos dari bibirnya tanpa bisa ia cegah.“Gerald…” suaranya bergetar, setengah malu, setengah pasrah.Gerald mengangkat wajahnya, menatap istrinya dengan sorot mata yang penuh cinta, namun juga menyimpan bara yang tak bisa lagi ia sembunyikan. Jemarinya mengusap pipi Elena, kemudian turun ke dagunya, membuat wanita itu mendongak. Ciuman mereka kembali bertemu—panas, dalam, penuh kerinduan yang seolah tak pernah cukup.Saat itu, Gerald perlahan merapatkan tubuh Elena ke dinding marmer yang dingin. Kontras antara dinginnya marmer dan panasny
Last Updated : 2025-11-27 Read more