“Ayo, ayo, masuk dulu, mampir.” Tiwi langsung menyeret tangan Jelita saat sampai di rumah. Dia juga membuka pintu supir agar Langit ikut turun bersama mereka. Walau dia masih sesak membayangkan keadaan Galih yang tidak nyaman dengan kedekatan Jelita dengan Langit, tapi Tiwi berusaha berdamai dengan keadaan. Toh, kalau nanti Langit dan Jelita berjodoh, mereka harus membina hubungan baik karena ada Bella dan Zaky.“Langit ada janji dengan calon pengantin buat mencicipi menu makanan katering mereka bulan depan, Ma. Lain kali, insya Allah kami mampir.” Jelita menyalami Tiwi dan memeluk wanita itu erat. Dia lalu menyalami Pras dan mengangguk pada Galih karena tahu tangan kanan lelaki itu tidak bisa digerakkan lagi. “Cepat pulih, Mas, semangat. Insya Allah akhir pekan besok aku antar anak-anak biar menginap disini.”“Terima kasih.” Galih memaksakan senyum saat Langit menepuk bahunya pelan. Dia semakin merasa kecil saat mengetahui kalau lelaki itu juga memiliki usaha katering yang cukup besa
Last Updated : 2025-07-30 Read more